This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 08 Januari 2013

Menjinakkan Burung Parkit

Menjinakkan Burung Parkit

Burung parkit memang suka hidup berkoloni dan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, tetap saja dia memiliki naluri alamiah sehingga tak jarang jika didekati manusia akan berontak. Namun, jika Anda tahu triknya parkit sebenarnya burung yang jinak. Beberapa trik khusus berikut ini bisa Anda coba.
                                                                                                                        
1.Setelah membeli burung dari pedagang burung ataupun petshop segera mandikan dengan menggunakan tangan. Usapkan air secara perlahan, lembut dan penuh kasih sayang. Kemudian coba letakkan di jari telunjuk Anda untuk bertengger. Ada burung yang langsung bertengger tenang sambil menata bulu-bulunya agar rapi dan cepat kering. Namun ada juga yang masih bingung dan ingin kabur. Jika hal ini yang terjadi sebaiknya segera masukkan kandang dan ulang keesokan harinya.
2.Untuk burung parkit yang sudah bisa tenang di atas tenggeran jari telunjuk Anda, selanjutnya coba tawarkan makanan kesukaannya seperti milet putih/merah, biskuit, jewawut, tauge atau lainnya. Bila ia merespon, tanda bahwa burung sudah mulai jinak. Namun bila belum merespon biarkan beberapa saat agar tenang di atas tenggeran jari telunjuk lalu masukkan ke dalam kandang.
3.Kandang parkit yang belum jinak cukup diberi air minum saja tanpa makanan, agar rasa lapar  burung memberi keberanian untuk mengambil makanan dari tangan Anda langsung. Biasanya butuh waktu 1 hari setelah sedikit puasa burung, parkit akan mulai  mau mengambil makanan langsung dari tangan Anda.
4.Selama masih dalam proses penjinakan, pastikan burung hanya makan dari tangan Anda langsung sehingga ia akan beradaptasi dengan Anda lebih cepat. Namun jangan diberi makan langsung dari tangan tanpa dalam kondisi basah atau setelah dimandikan. Agar burung tidak kabur atau terbang. Karena kondisi basah biasanya  akan membuat burung tenang dan sibuk mengurusi bulu-bulunya.
5.Bila sudah mau makan langsung dalam kondisi basah biarkan hingga kering sambil kita suapi makanan kesukaannya. Sesekali perintahkan burung agar berpindah tenggeran dari jari telunjuk Anda yang satu ketelunjuk yang lain. Bila ia mau melakukannya, beri suapan hadiah untuknya sambil sebut namanya agar terbiasa dengan perintah Anda. Lakukan seperti ini beruang-ulang hingga burung parkit Anda benar-benar jinak.

Tanda parkit yang sudah mulai jinak:
                                                                                                
1.Mau bertengger tenang di atas jari telunjuk atau tangan kita.
2.Mau makan langsung biji-bijian dari pemberian tangan kita.
3.Tidak gelisah dan ingin kabur.
4.Merespon setiap panggilan namanya disebut.

Tip untuk burung parkit yang pernah jinak kemudian kembali liar: Dekatkan atau kumpulkan dengan burung parkit yang jinak. Biasanya burung yang pernah jinak akan lebih mudah tenang dan beradaptasi langsung dengan teman-temannya. Sifat hidup yang suka berkoloni akan mendorongnya mudah berbaur dengan kelompoknya. Begitu si parkit mulai tenang maka proses penjinakan menjadi lebih mudah

Burung Sering Salto

Burung Sering Salto

Burung yang suka salto atau jumpalitan biasanya karena stres dan merupakan hasil tangkapan hutan. Burung tangkapan hutan awalnya masih belum jinak sehingga berontak jika dikurung. Dia akan mencoba menerobos celah mana saja yang memungkinkan untuk lepas. Sehingga dia terlihat sering salto atau jumpalitan hingga kebiasaan ini terbasa sampai dia sudah jinak.

Mencegah burung salto:

1.Tutup bagian atas sangkar saat Anda mendapat burung baru, terutama saat melatihnya supaya  jinak dengan kain.
2.Tambahan tangkringan yang dekat ke atap sangkar sehingga tidak ada ruang yang memungkinkan burung untuk salto.
3.Jika sudah keterlaluan, coba mengumbarnya di sangkar besar sampai dia memasuki masa mabung. Saat masuk masa mabung, burung mulai dipindah ke sangkar kecil dan lakukan terapi mabung total.

Burung yang suka menarik ke belakang kepalanya, sampai mendongak hampir jatuh dan mendorong dia salto untuk mendapatkan keseimbangan, bisa disebabkan oleh karena kekurangan mineral magnesium.

Memilih Bakalan Cendet

Memilih Bakalan Cendet

Cendet merupakan burung yang memiliki variasi suara, volume suara, dan keindahan penampilan. Jika Anda berminat untuk menjadikanya sebagai burung peliharaan yang punya suara handal, jenis kelamin sangat menentukan. Selain itu, kualitas Cendet amat ditentukan oleh faktor genetik. Kriterian ini bisa menjadi bekal saat memilih bakalan burung cendet.
                                                                                                
1.Potensi ngoceh bisa dilihat dari perawakannya. Bakalan yang baik harus berbadan tegap.
2.Sayapnya kokoh, rapi, simetris, dan tidak cacat.
3.Pilih burung berkepala besar, membulat, dan bagian atasnya datar. Ciri tersebut diyakini sebagai burung pintar.
4.Utamakan cendet dengan paruh tebal dan panjang, tetapi tampak proporsional dengan ukuran kepala dan tubuh. Paruh tebal dan tampak kokoh menandakan burung bisa membawakan lagu dengan tembakan dan volume keras. Sebaliknya, jika paruh terlihat pipih, cenderung ngerol. Jika ngerol, volume suara akan lebih kecil karena dibutuhkan napas lebih lama.

Selain referensi dari buku  Merawat & Melatih Burung Kicauan yang saya kutip di atas, ada pula tips lain pemilihan cendet versi Om Irvan, sebagai berikut:
                                                                                                                                      
1.Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cendet jantan dapat dilihat warna bulu yang tegas mengkilap dan kontras.
2.Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah cenderung lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
3.Kepala besar, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
4.Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
5.Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
6.Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
7.Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
8.Cendet yang rajin berkicau mempunyai ciri bermata jeli, berbulu rata dan agak mengilap, gerakannya gesit, dubur bersih dari kotoran, organ kanan dan kirinya seimbang, volume suara keras, punya bakat alami atau mental yang baik, tidak takut ketika bertemu dengan burung sejenis dan baik ketika latihan maupun kontes.

Memilih Bakalan Cucak Hijau

Memilih Bakalan Cucak Hijau

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung cucak hijau. Pelajari beberapa hal berikut ini, sebelum memilih bakalan cucak hijau.
                                                        
1.Berkelamin jantan, dapat dilihat dari  postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
2.Bentuk paruh, pilih yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
3.Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
4.Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bakalan burung  sehat.
5.Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
6.Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
7.Rajin bunyi, menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
8.Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

Memilih Burung Ocehan Bakalan

Memilih Burung Ocehan Bakalan

Memelihara burung ocehan biasanya dimulai dengan memelihara bibit bakalan. Selain dapat memberikan kepuasan tersendiri, burung ocehan bakalan lebih murah. Pemiliknyapun akan mendapatkan banyak pengalaman, bagaimana memelihara burung bakalan menjadi burung ocehan yang juara.

Memilih burung bakalan ocehan harus berbekal pengetahuan yang benar. Karena salah membeli burung ocehan bakalan, pasti akan mengecewakan. Berikut ini, ciri-ciri burung ocehan bakalan yang baik:                                                                                                                                                       
1.Penampilan burung sehat dan energik.  Burung ocehan yang penampilannya lincah dan energik dengan pandangan mata yang tajam, menandakan bahwa burung tersebut dalam keadaan fit dan sehat. Jangan pilih burung bakalan ocehan yang pandangan matanya sayu, terlihat lesu, malas bergerak. Ini tandanya burung kurang sehat. Jika kepala burung tampak selalu goyang, tanda bahwa burung pernah atau sedang sakit tetelo. Dan jika sayapnya turun ke bawah, bulu kepalanya tegak berdiri, leher memendek dan diam seperti kedinginan, sebaiknya jangan dipilih karena burung dalam keadaan sakit.
2.Burung tidak cacat. Pilihlah burung berpenampilan indah yang tidak memiliki cacat bada. Kelainan/cacat badan antara lai, kaki pengkor, kaki pincang, parung bengkok, sayap patah, kepala selalu goyang karena tetelo, dan ekor bengkok. Kececatan ini bisa mempengaruhi kualitas kiacauan.
3.Berbulu indah dan mengkilat. Berbulu indah artinya bulu tubuh,sayap dan ekor tidak rusak, tidak patah, dan tampak mengkilat. Bulu burung yang rusak tampak kusam dan menandakan burung sakit sehingga malas berkicau dan suaranya tidak bagus. Ada burung yang kecerahan warna bulunya menjadi tanda jenis kelaminnya. Jika bulu Kacer, hwamei, robin, murai batu, dan cucak hijau berwarna ceraj dan mengkilat, menunjukkan bahwa burung berkelamin jantan, sementara betinanya berwarna tidak cerah.
4.Kaki tidak bersisik dan berwarna bersih. Burung yang kakinya bersisik menunjukkan burung sudah tua sehingga sulit dilatih berkicau. Pilih juga corak kaki burung yang bersih. Misalnya, bakalan jalak penyu, jalak suren dan beo yang baik jika kaki, paruh dan matanya berwarna putih. Dan untuk murai batu yang berkaki kuning keputih-putihan memiliki mental baja, tetap berkicau meskipun dekan dengan burung lainya yang lebih tua.
5.Kuku kaki burung selalu pendek. Pilih yang berkuku pendek dan belum tumbuh maksimal. Kuku kaki yang tampak panjang dan mencengkeram menunjukkan burung sudah tua sehingga sulit dilatih berkicau.
6.Paruh yang tipis dan panjang. Perhatikan paruh burung, jika tipis dan panjang berarti burung masih muda atau bakalan. Bila ditambah dengan kedudukan paruh bagian atas dan bawah seimbang maka setelah dewasa burung akan rajin berkicau dengan irama yang merdu. Namun, jika bentuk paruh tipis dan pendek, burung tergolong sudah tua dan sulit dilatih.
7.Mulai belajar berkicau. Burung ocehan bakalan yang baik biasanya akan terdengar mulai belajar berkicau yang menandakan burung muda hutan yang sehat dan energik. Sebaliknya, burung yang kurang sehat sakan tampak lesu dan jarang berkicau. Beberapa burung dapat dikenali jenis kelamiannya berdasar suara. Burung poksay, hwamei, cucak hijau danbranjangan bakalan yang sudah berkicau dipastikan berkelamin jantan. Sementara burung bakalan betina tidak bisa atau jarang berkicau.
8.Berkelamin jantan. Usahakan memilih burung ocehan bakalan jantan. Karena suaranya lebih indah and merdu dibanding betina. Kemerduan kicau burung ocehan jantan biasanya untuk memamerkan kejantananya saat menarik lawan jenisnya dan merangsang nafsu seksualnya.

Mengenali Cendet Jantan

Mengenali Cendet Jantan

Burung cendet atau pentet termasuk burung yang cerdas. Dia memiliki kemampuan menirukan suara burung lain dengan kualitas kicauannya yang mampu menghipnotis siapa saja yang mendengar. Untuk mendapatkan cendet yang berkualitas, cendet jantan diyakini menjadi pilihan yang tepat. Bagaimana mengenali cendet jantan?
                                                                                                
1.Bagian pipi dari cendet jantan memiliki warna hitam yang sangat pekat. Jika hitamnya agak pudar, biasanya cendet tersebut berkelamin betina.
2.Bentuk kepala cendet jantan biasanya ceper mendatar, sementara cendet betina lebih menggelembung atau agak oval.
3.Supit cendet jantan berbentuk kecil panjang disertai motif garis yang tidak beraturan. Sementara cendet betina memiliki supit yang agak besar dengan disertai motif garis yang teratur seperti kembang.
4.Cendet yang berkelamin jantan tentu memiliki warna yang lebih mencolok, variasi suara yang lebih beraneka ragam, dan volume suara yang keras.

Memilih Bakalan Burung Prenjak

Memilih Bakalan Burung Prenjak

Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara burung prenjak,  pilih bakalan jantan yang rajin berkicau. Berikut ini panduan memilih prenjak jantan yang bisa Anda gunakan saat memilih bakalan burung prenjak.

1.Pilih yang berdada sangat hitam atau full hitamnya
2.Pilih yang energik dan pemberani jika didekati.
3.Pilih yang ekornya selalu diangkat ke atas seolah-olah siap bertarung.
4.Pilih yang memiliki bulu berwarna cerah.
5.Pilih yang d ikepalanya terdapat beberapa bulu semacam rambut yang terjuntai keluar
6.Paruh dan Tenggorokan tampak kehitaman.
7.Berkepala  besar dan Bodi yang sepadan dengan kepala, hal ini menandakan keindahan tubuh dan suaranya bakal lantang dengan volume tebal.
8.Teliti  bagian kaki, jari-jari jangan sampai cacat karena itu mempengaruhi harga burung.

Beberapa jenis burung prenjak:

1.Prenjak kebun/ciblek: dominan berwarna abu-abu di punggung, keputih-putihanan di dada hingga perut,e kor panjang mengembang, ada bintik putih di bagian bulu ekor, paruh hitam pekat agak panjang.
2.Prenjak sawah/alang-alang : dominan abu-abu di punggung,  bodi lebih ramping, paruh mungil agak kemerahan.
3.Prenjak Merah/bambu: Bodi lebih kecil dari prenjak sawah, pendek, warna bulu dominan abu-abu, kepala agak merah, ekor abu-abu pendek mengembang.