This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Mei 2013

Merpati punkers tercipta akibat mutasi gen

Merpati punkers tercipta akibat mutasi gen

Ilmuwan biologi Universitas Utah (AS), Michael Shapiro, berhasil menguraikan rahasia genetik merpati, sekitar 5.000 tahun setelah spesies tersebut mulai menjadi hewan peliharaan. Analisis genetik di antaranya berhasil menguak mengapa ada jenis merpati yang memiliki bulu di bagian kepala dan leher yang mirip punkers. Menurut Shapiro, hal itu terjadi karena mutasi pada gen Ephrin Receptor B2 atau EphB2.
Meski mengalami mutasi, merpati punkers terlihat cantik dan unik.
Meski mengalami mutasi, merpati punkers terlihat cantik dan unik.
“Gen tersebut adalah gen yang sama pada manusia, yang menjadi kontributor dari munculnya penyakit alzheimer, kanker prostat, dan mungkin juga kanker lainnya,” kata Shapiro, asisten profesor biologi di universitas tersebut.
Merpati atau rock pigeon (Columba livia) dikenal memiliki variasi terbanyak di dunia, minimal 350 jenis. Studi yang dipublikasikan di jurnal Science mengungkap bahwa merpati berasal dari Timur Tengah.

Merpati punker terlihat dari depan.
Merpati punkers terlihat dari depan.
Merpati punkers terlihat dari samping
Merpati punkers terlihat dari samping
“Penelitian ini menemukan banyak kesamaan genetik antara spesies dari Iran dengan spesies yang diduga dari India, konsisten dengan catatan sejarah tentang perdagangan di wilayah itu,” ujarnya.
Menurut Shapiro, orang dahulu tidak hanya berdagang di India dan Timur Tengah, tetapi juga membiakkan merpatinya. Dalam penelitian ini, Shapiro membandingkan gen manusia dengan gen merpati. Manusia memiliki 21.000 gen, sementara merpati batu memiliki 17.300 gen.
Penelitian ini juga mengungkapkan, merpati punya 1,1 miliar pasang basa nitrogen. Bandingkan dengan manusia yang memiliki 3 miliar pasang basa nitrogen. Menurut Shapiro, penelitian genetik ini akan membantu peneliti lain untuk mengurai bagaimana burung berevolusi.
Semoga bermanfaat.

Jenis Burung Merpati / Dara

Jenis-jenis burung merpati yang populer

Berikut ini saya sajikan tulisan mengenai jenis-jenis merpati, utamanya yang populer dewasa ini.
1. Homer: Berasal dari burung liar yang dikenal dengan nama Columbian livia. Setelah dijinakkan burung tersebut dikenal sebagai Racing Homer – dapat kita sebut sebagai “merpati pos” aduan. Dari jenis Racing Homer ini kemudian muncul beberapa jenis merpati, antara lain: Homer pameran (Exhibition Homer) yang dikembangkan sejak 1990 sebagai burung pameran. German Beauty Homer yang dikembangkan di Jerman sejak 1907 sebagai burung pameran. Burung ini mirip dengan Racing Homer tetapi lebih ramping. Giant Homer yang dikembangkan di Amerika Serikat untuk mendapatkan burung yang berbadan besar dan memiliki kemampuan memproduksi anak yang banyak. Burung ini ditujukan untuk keperluan konsumsi.
Racing Homer dikembangkan dewasa ini di Belgia dan Inggris. Sejak lama barung ini digunakan sebagai pengirim berita dan kini dikembangkan dengan penyilangan terhadap burung-burung yang kecepatannya tinggi karena sasaran utamanya adalah kecepatan. Dengan demikian, warna, bentuk dan besarnya menjadi nomer dua.
2. Tumbler
Oleh orang Belanda burung ini dikenal sebagai Tuimelaar. Burung ini punya keistimewaan terbang dari ketinggian tertentu akan turun ke ketinggian tertentu dengan melakukan serangkaian salto atau jungkir balik di udara. Semula burung ini merupakan burung olahraga tetapi kemudian menjadi burung untuk pameran.
Merpati-merpati jenis tumbler:
- English shortfaced tumble: merupakan burung yang kecil, padat, dengan leher jenjang mungil tetapi dengan dada yang kokoh. Dalam keadaan berdiri biasa, ujung sayapnya akan menggantung lebih rendah dari kedudukan ekor – ini merupakan ciri yang menonjol. Selain itu bagian muka dari kepalanya menonjol agak jauh ke depan daripada paruhnya yang pendek. Dengan dipelihara untuk keperluan pameran, maka kemampuannya untuk terbang tinggi dan jungkir balik pun hilang. Burung diternakkan dengan berbagai variasi warna.
- Birmingham Roller: dikembangkan di Birmingham (Inggris) sebagai burung yang memiliki keistimewaan terbang. Kemampuannya untuk jungkir balik dan berputar-putar di udara menjadi sasaran utama pemeliharanya. Burung ini mampu untuk jungkir balik (trumble), termasuk salto ke belakang dan berputar-putar (spin) dengan kecepatan tinggi sekali. Dan itu dilakukan mulai ketinggian yang cukup tinggi (burung mampu terbang tinggi) dan berakhir setealh berada pada ketinggian yang rendah. Kemampuan ini telahg menjadi acara pertandingan yang menarik bagi para penggemarnya. Tetapi Birmingham Roller juga menjadi burung yang dipamerkan bahkan cara-cara penilaiannya pun telah dibakukan.
- Flying Tipller: merupakan burung yang diekambangkan dari Flying Tumbler. Burung ini dipelihara karena kemampuannya terbang yang lama. Jenis yang baik akan mampu terbang terus-menerus selama 20 jam.
- Parlour Tumbler: juga disebut Ground Tumbler atau House Tumbler. Burung ini diternakkan karena kemampuannya lombat ke udara, melakukan salto sekali atau dua kali ke belakang, dan kedua kakinya hinggap kembali ke tempat semula.
3. Cumulet: Burung ini merupakan jenis tumbler dari Perancis yang mampu terbang tinggi dan juga merupakan salah satu nenek moyang dari jenis Racing Homer. Burung ini berbadan sedang tetapi serasi, dengan dada bidang, sayapanya panjang dan kokoh, kaki agak pendek. Umumnya warna bulu putih, dan ada yang memiliki bintik-bintik merah di kepala atau leher.
4. Flight: Burung ini dikembangkan di Amerika dan merupakan ras tersendiri. Dari kelompok ini ditemukan burung yang dikenal dengan nama Domestic Flight. Burung ini mampu terbang tinggi, dengan ukuran badan sedang, paruh tampak memannjang dan kepala ramping berjambul, tetapi ada pula yang tidak. Matanya putih dengan lingkaran tengah dari mata (selaput mata) bagus. Dan inilah letak rahasia kemampuannya melihat jauh saat merpati terbang tinggi.
Selain itu ada juga burung yang diberi nama Show Flight. Burung ini mempunyai badan yang lebih gemuk dan kepala lebih besar daripada jenis Domestic Flight. Burung ini diternakkan karena kemampuannya terbang tinggi dan memiliki keindahan yang dapat dijadikan sarana untuk dipamerkan. Kedua macam burung ini diternakkan dengan warna hitam, kuning, merah dan abu-abu cokelat.

Jenis Umum Merpati
Demikian sejumlah jenis merpati yang popular saat ini. Namun jika kita menengok lebih jauh, maka merpati sebenarnya bisa dibedakan berdasar ukuran badan, bentuk badan, dan warna bulu.
Berdasar ukuran badan
1. Carrier: sering disebut English Carrier, berasal dari Bazora Persia. Awalnya adalah burung pembawa berita, tetapi kemudian kalah tenanr dibandingkan Racing Homer. English Carrier punya ciri bulu keras dan rapat ke badan, pial paruh berwarna putih, bisa membesar sebesar biji kemiri, dan baru berhenti setelah usia 3 tahun. Kelopak mata dikelilingi pial dalam bentuk lingkaran yang besar. Tinggi 45-48 cm, berat 500-650 gram. Warna hitam, merah, kuning, putih, dan ada yang berpita biru.
2. Carneau: Burung konsumsi dari Belgia Selatan atau Perancis Utara, berat 750 gram dan bisa mencapi 1 kg.
3. Strasser: Dikembankan di Austria sebagai burung konsumsi tetapi kalah popular disbanding Carneau. Strasser hamper menyerupai merpati Gazzi Modena. Kepala, leher, sayap dan ekor dapat memiliki berbagai warna dengan badan berwarna putih.
4. Mondaine: Keturunan merpati Perancis dan Italia sebagai burung konsumsi. Berpenampilan menarik tetapi untuk burung konsumsi kalah populer disbanding burung lain.
Berdasar bentuk badan:
1. Kipas (Fantail): Berasal dari India dan Cina. Tanda mencolok ekornya menyerupai kipas. Tetapi karena ekor panjang, kita harus sering memotongnya agar bisa kawin. Kelemahan burung ini, harus dicarikan indukan lain untuk mengasuh anak.
2. Jacobin: Diberi nama seperti itu karena bulu-bulu yang mengitari kepalanya menggambarkan topi yang dipakai pendeta-pendeta Jacobin. Burung diternakkan dengan warna putih, jitam, biru, perak, merah dan kuning.
3. Frillback: Burung yang istimewa tetapi kurang popular. Merpati ini berbulu ikal di bandan dan sayap, sehingga ditemukan adanya bulatan-bulatan kecil bagaikan bulu. Ada yang jambul ada yang tidak. Burung yang baik harus punya ikal yang kokoh. Warna ada yang hitam, putih, kebiruan, kemerahan, kekuningan. Yang kemerahan dan kekuningan dianggap sebagai bentuk yang baik.
4. Cropper: Bersanak dekat dengan pouter. Keduanya menjadi keluarga besar, dengan cirri-ciri hampir sama. Salah satu cropper yang terkenal adalah English Cropper. Tembolok besar, berdirinya tegak, badan dan pnggang langsing dengan kaki panjang. Termasuk merpati yang tinggi karena bisa setinggi 50 cm dari kepala sampai kaki. Pada tembolok merpati ini ada gambar bulan sabit dengan kedua ujung bertemu di dekat kedua matanya. Ujung sayap, bagaina bawah badan, kaki dan bulu-bulu putih di sayap menggambarkan bintik-bintik seperti bulu.
Jenis lain dari Cropper adalah Pouter yang mudah dijinakkan dan menyenangkan. Jenis lainnya adalah Holle Cropper yang berbentuk seperti merpati kipas, tetapi tidak berekor kipas. Jenis lain Cropper adalah Valencia Cropper yang bertembolok menggantung, mengembang seakan dibusungkan.
Berdasar warna bulu
1. Modena: Diambil dari nama kota tempat dia berasal. Terkenal sebagai merpati ternak yang baik. Yang terkenal dari jenis ini adalah Gazzi Modena dengan badan putih serta kepala, sayap dan ekor berwarna-warni. Termasuk merpati kecil dengan ukuran panjang 25 cm, tetapi padat gemuk (buntek) dan bergaya anggun.
2. Florentine: Berasal dari Florence, Italia. Berbentuk seperti ayam betina. Terkenal di Eropa sebagai burung pameran, tetapi bisa masuk sebagai burung konsumsi karena bisa mencapai berat 500-800 gram). Kepala, sayap dan ekor berwarna-warni dengan badan putih.
3. Lahore: Di Pakistan dan sekitarnya dikenal dengan nama Shiraz (kota tempat burung berasal). Leher, perut, dada dan ekor berwarna putih. Kepala, pinggang dan sayap bisa berwarna lain. Kaki bisa berbulu semua tetapi ada yang polos. Bisa dimasukkan sebagai merpati konsumsi karena badannya besar. Diternakkan dengan bulu beraneka warna.
4. Oriental Frill: Sangat menawan hati, berasal dari Turki, dengan jenis banyak sekali tetapi yang paling populer adalah Satinette yang mempunyai badan berwarna putih dengan garis-garis pada bahu, sayap, dan ekor warna hitam, biru dan abu-abu cokelat. Bagian sayap untuk terbang berwarna putih. merpati ini punya bulu balik di daerah dada. Karena pandai membesarkan anak, jenis ini sering digunakan untuk “orang tua asuh”.
Ada pula merpati dengan sebutan terkenal Owl yang dikenal di Indonesia dengan nama Meeuw. Kekhususannya adalah berparuh pendek, pial dan kepala membentuk bulatan. Ada berbagai jenis dari merpati ini. Berbeda dengan Oriental Frill, kepala Owl biasa saja tanpa jambul. merpati ini tidak pandai membesarkan anak.

Cara agar burung merpati mau menghuni rumah

 

Cara agar burung merpati mau menghuni rumah

Memelihara burung merpati pada tahap awal memerlukan tindakan yang benar termasuk juga dalam hal penerapan cara agar burung merpati mau menghuni rumahya, tentunya sangat menyedihkan jika burung dara kesayangan yang telah kita beli dengan segala perjuangan, mengeluarkan biaya mahal, ternyata hilang begitu saja karena ketika dilepas tidak mau kembali ke kandang, padahal kandang tersebut  telah kita siapkan dengan susah payah dan desain sebagus mungkin. disini BurungDara.com memberikan tips untuk mengatasi hal ini, semoga bermanfaat bagi yang sedang mulai beternak burung merpati.

Cara agar burung merpati mau menghuni rumah
  1. Menyiapkan kandang yang bagus dengan ukuran minimal 20 cm x 40 cm lengkap dengan lubang pintu untuk masuk. kandang diletakan pada posisi yang mudah dijangkau burung dara, terlindung dari panas dan hujan.
  2. Membeli burung dara sepasang jantan dan betina, karena kalau hanya satu dikahawatirkan akan kabur mencari pasanganya.
  3. Burung merpati yang baru saja dibeli tidak bisa langsung dilepas begitu saja, tapi perlu dilakukan tindakan khusus agar melupakan rumah lama dan mau tinggal di rumah kita yang baru.
  4. Burung dikurung ditempat gelap dalam waktu 3 sampai 7 hari (makin lama makin bagus), kurungan dilengkapi dengan makanan dan minuman kesukaan agar merpati tetap sehat.
  5. Pagi dan sore hari kita mandikan burung agar segar.
  6. Setelah 7 hari , kira-kira jam 19.00 kita letakan merpati pada kandangnya, jadi pada malam hari mereka tidur di rumah yang telah kita sediakan.
  7. Pagi harinya kita bisa lihat sepasang merpati sedang meneliti rumah barunya, terkadang terbang kesana kemari lalu kembali ke kandang. makanan bisa kita berikan dengan melemparkan jagung atau beras ke atap rumah.
  8. Seharian burung berlatih mengenali lingkungan sekitar.
  9. Jika berhasil maka pada sore hari mereka kembali ke kandang dan sudah mulai menghuni rumah barunya.

Begitulah kurang lebih salah satu cara yang bisa dilakukan agar burung dara mau menghuni rumah yang telah kita sediakan. tips diatas tidak berlaku untuk merpati pos, karena jenis burung ini sangat kuat ingatanya terhadap rumah lama, jadi ketika membeli merpati pos sebaiknya memilih yang masih anakan atau piyik.

Hukum Memelihara dan Bermain-main dengan Burung Dara (Merpati)

Hukum Memelihara dan Bermain-main dengan Burung Dara (Merpati)

Jika kita telah mengetahui bahwa makan daging burung dara adalah boleh, maka apakah boleh memeliharanya dan bagaimana mengarahkan perkataan para imam yang berselisih tentang kebolehannya dan ditolaknya persaksian orang yang memelihara burung dara.
Datang dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang dikeluarkan Abu Dawud 4940, Ibnu Majah 3765, Ibnu Hibban 5874, serta al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra 1/190 serta dalam Syu’ab al-Iman 6535 dari jalan Hammad bin Salamah dari Muhammad bin ‘Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، رَأَى رَجُلاً يَتْبَعُ حَمَامَةً، فَقَالَ: شَيْطَانٌ يَتْبَعُ شَيْطَانَةً.
bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang mengikuti burung dara bermain-main dengannya, maka beliau berkata: “Ini setan mengikuti setan.”
Hadits ini dalam sanadnya ada Muhammad bin ‘Amr bin ‘Alqamah Abu ‘Abdillah al-Laitsi al-Madani. Seluruh hadits yang datang dalam masalah ini adalah lemah, tidak pantas dan tidak kuat untuk dijadikan hujjah kecuali hadits ini. Oleh karena itu Ibnul Qayyim dalam al-Manar al-Munif 1/170 mengatakan: “Perkara yang paling tinggi dijelaskan oleh hadits bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang mengikuti burung dara bermain-main dengannya, maka beliau berkata: “Ini setan mengikuti setan”.”
Asal memelihara burung dara adalah boleh, jika tujuannya untuk dimanfaatkan seperti untuk dimakan peranakannya, hobi, dijual belikan, atau dipakai untuk mengirim surat, menyampaikan berita, sebagaimana yang terjadi pada masa lampau, dimana mereka dulu mengirim surat dan berita ke berbagai kota dan negeri dengan menggunakan burung dara. Dan para ahli fikih dari madzhab yang empat telah menyebutkan secara tekstual bahwa tidak makruh menggunakan burung dara untuk seperti ini.
Al-Imam an-Nawawi rahimahullah dalan Raudhat ath-Thalibin 11/226 berkata:
“Furu’: Mengambil burung dara untuk diternakkan, petelur, atau hobi, atau membawa surat maka itu boleh tidak makruh. Sedangkan bermain-main dengan menerbangkannya atau ditandingkan adu cepat-cepatan, ada yang mengatakan tidak makruh, tetapi yang benar bahwa itu makruh namun tidak ditolak persaksiannya dengan semata hal itu, jika diiringi dengan judi dan semisalnya maka persaksian orangnya ditolak.”
Pengarang kitab al-Mabsuth as-Sarkhasi 6/371 rahimahullah berkata: “Adapun jika orang itu mengurung burung dara dan mengandangkan untuk dipelihara karena hobi dan tidak menerbangkannya sebagai suatu kebiasaan, maka orang itu adil diterima persaksiannya, karena mengurung burung dara di rumah adalah boleh, tidakkah engkau melihat bahwa orang-orang mengambil sarang burung dara, dan tidak ada seorangpun yang melarang.”
Asy-Syaukani rahimahullah berkata dalam Nail al-Authar 8/173 memberikan penjelasan hadits ‘Setan mengikuti setan’: “Di dalamnya ada dalil makruhnya bermain dengan burung dara dan itu termasuk lahwu (perkara melalaikan sia-sia) yang tidak diijinkan. Sekumpulan ulama berpendapat itu makruh, namun tidak jauh bila hadits ini menunjukkan haramnya, karena pelakunya disebut setan yang menunjukkan akan keharamannya. Sedangkan penamaan burung dara itu sebagai setan, entah karena burung dara itu menjadi sebab orang tadi mengikutinya, atau burung dara itu melakukan perbuatan setan dimana orang itu sangat menyukai untuk mengikutinya dan bermain-main dengannya karena bagus bentuknya dan bagus suaranya.”
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam al-Mughni 12/36: “Orang yang bermain dengan burung dara untuk diterbangkan, maka persaksiannya ditolak. Ini pendapat ashhabur ra’yi. Dulu Syuraih tidak membolehkan persaksian shahibu hammam (orang yang suka mandi di pemandian umum dengan melepas semua baju) dan shahibu hamam (orang suka bermain burung dara). Demikian ini karena hal itu merupakan suatu safah (kebodohan), perbuatan rendah, dan sedikitnya muruah, juga menyebabkan mengganggu tetangga dengan menerbangkannya dan memanjat rumah-rumah mereka, melempari rumah mereka dengan batu kerikil (ketika bermain burung dara). Meskipun memelihara burung dara untuk diternakkan, diambil telurnya, atau membawa surat atau untuk hobi tanpa mengganggu orang lain, tidak ditolak”
An-Nawawi rahimahullah berkata: “Adapun memelihara burung merpati untuk diternakkan, diambil telurnya, untuk hobi, untuk membawa surat, itu boleh tidak makruh. Sedangkan bermain-main dengannya untuk diterbangkan, maka yang benar adalah makruh, jika diiringi dengan judi dan semisalnya, maka ditolak persaksian orangnya.” (Mirqah al-Mafatih Syarh Misykah al-Mashabih 13/247)
Al-Kasai rahimahullah berkata dalam Badai’ ash-Shanai’ 6/269: “Orang yang bermain burung merpati, jika dia tidak menerbangkannya, maka tidak gugur persaksiannya. Jika dia menerbangkannya, maka gugur adalah-nya (keadilannya), karena dia melihat aurat wanita (seperti ketika memanjat untuk mengejar burung dara), dan hal itu menyibukkan dia dari shalat dan ketaatan.”
Syaikhul Islam rahimahullah ditanya tentang bermain dengan burung dara di Majmu al-Fatawa (32/246), kemudian beliau memberikan jawaban:
Bermain dengan burung dara adalah dilarang. Barangsiapa yang bermain dengan burung dara, kemudian melanggar kehormatan istri orang lain (seperti memanjat rumah sehingga melihat auratnya) atau melempari dengan batu kerikil, kemudian mengenai tetangga, maka dia dihukum ta’zir atas hal itu untuk menghentikannya dari hal itu dan menahannya darinya, karena dalam perbuatan ini ada kezhaliman dan permusuhan kepada tetangga, ditambah bermain dengannya adalah dilarang.”
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam ath-Thuruq al-Hukmiyyah 1/408 berkata:
“Fasal: karena hal itu, dilarang orang-orang yang bermain dengan burung dara di atas kepala-kepala manusia, karena mereka dengan hal itu akan terseret ke perbuatan memanjat rumah mereka dan melihat aurat mereka.”
Ibrahim an-Nakhai berkata: “Barangsiapa yang bermain dengan burung-burung dara yang khusus untuk diterbangkan, dia tidak akan mati sampai merasakan kepedihan kemiskinan.”
Al-Baihaqi menyebutkan dari Usamah bin Zaid, dia berkata: “Aku menyaksikan ‘Umar bin al-Khaththab menyuruh untuk menyembelih burung-burung dara yang khusus untuk diterbangkan, dan membiarkan burung dara potong.” (HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra 10/213 dari riwayat Sa’dan bin Nashr: telah memberitakan kepada kami Rauh bin Ubadah dari Usamah bin Zaid dengan lafazh ini.)
Al-Imam Ahmad dalam musnadnya 1/543 dari riwayat Mubarak bin Fadhalah: al-Hasan telah memberitahu kami, dia berkata: “Utsman bin ‘Affan memerintahkan dalam khutbahnya untuk membunuh anjing dan menyembelih burung dara.”
Tetapi dalam sanadnya dhaif, karena ada Mubarak bin Fadhalah. An-Nasai berkata tentangnya: “Dia lemah.” Abu Zur’ah berkata: “Dia melakukan banyak tadlis, tetapi jika mengatakan: kami telah diberitahu, maka dia tsiqah.” Ad-Daraquthni berkata: “Dia lembek banyak salah, tapi dijadikan i’tibar.” Al-Hafizh berkata dalam at-Taqrib:
“Dia Shaduq, melakukan tadlis taswiyah.”
Namun Mubarak disini menyebutkan dengan jelas bahwa dia mendengar, sehingga hilanglah ‘illat tadlis, sehingga sanadnya hasan. Mubarak bin Fadhalah juga mempunyai mutaba’ah, yaitu:
  1. Yunus bin ‘Ubaid, diriwayatkan oleh Ma’mar bin Rasyid dalam al-Jami’ 11/3, Abdurrazaq dalam Mushannafnya, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya 4/263, serta al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra 6/7.
  2. Yusuf bin ‘Abdah, diriwayatkan al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad 1301, dengan isnad yang dha’if karena ada Yisif ini yang lembek haditsnya.
Oleh karena itu sebagian ahlul hadits mencela bermain dengan burung dara.
Abdul Khaliq bin Manshur berkata: aku tanya Yahya bin Ma’in tentang Ma’mar bin Muhammad bin Ubaidillah bin Abi Rafi’, maka dia menjawab: “Dia bukan termasuk ahlul hadits, baik dia atau bapaknya, karena dia dulu bermain burung dara.” (Lihatlah Tahdzib al-Kamal 28/329, dan Tahdzib at-Tahdzib 10/224.
Hukum makruh, sebagaimana kata al-baihaqi dibawa oleh sebagian ahlul ilmi bila pemilik burung dara itu membiasakan bermain dan sibuk denganya, dan menyebabkan dia memanjat atap sehingga dia bisa melongok ke rumah tetangga dan istri-istri mereka.

Selasa, 21 Mei 2013

Memilih mata piyik merpati yang baik

Memilih mata piyik merpati yang baik


 
 
Pada dasarnya semua burung hampir semua burung dianugrahi ketajaman mata yang benar-benar hebat, bayangkan dari ketinggian 1000 atau 1500 meter masih bisa saja melihat kepakan sayap betinanya. Mata seekor burung merpati sangat sulit dikatakan rabun atau tidak jika dilihat dari fisiknya. Dalam berbagai hal mungkin pengalaman setiap orang yang pernah berkecimpung dalam dunia merpati bisa dan sangat mungkin untuk berbeda-beda. Tetapi dengan berbagai pengalaman bahwa mata burung merpati dikatakan baik jika:
  1. Lingkaran/bulatan hitam bagian tengah tidak buyar atau melebar kebagian luarnya dan jika dilihat lebih dalam dan lebih teliti lagi tidak terlihat bercak putih. Akan terlihat mengecil saat mendekati betinanya.
  2. Warna mata bagian lingkaran luar terlihat bersih.
  3. Saat seekor burung merpati sedang dipegang atau dijemur, terlihat mata dan kepalanya melirik ke atas karena mungkin melihat burung lain yang sedang terbang. Maka anda akan bisa memastikan bahwa mata dari burung merpati anda dalam keadaan baik.

Sifat dari setiap warna lingkaran luar dari mata burung merpati:
           1.      Kuning:
      • Burung tersebut gampang dilatih tetapi mudah hilang.
      • Gampang dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja.
2.      Merah asem:    
      • Burung tersebut agak susah dijodohkan tetapi, anda akan puas karena burung merpati dengan mata merah asem sangat mudah dilatih dan tidak mudah nyasar alias anda akan lama memiliki burung ini.
      • Siang hari bolong pun burung tersebut akan tahan terhadap cuaca panas.
  • Untuk burung tinggi jangan diterbangkan terlalu sore karena burung dengan mata ini bisa-bisa tidak pulang, tetapi jangan khawatir biasanya besoknya pulang.
3.      Putih atau di Bandung terkenal dengan mata air:
      •  Cocok untuk diterbangkan sore hari.
      • Tetapi tetap bukan semata-mata mata air, burung dengan jenis mata ini bisa diterbangkan pagi, siang, sore.
4.      Kanan kiri berlainan warna:
      • Burung tersebut mudah untuk dijodohkan dan tetapi dengan betina dengan warna bulu tidak tunggal.
      • Siang hari bolong pun burung tersebut akan tahan terhadap cuaca panas.
5.      Hitam:
  •  Lebih baik anda tidak memiliki burung dengan jenis mata warna hitam. Saya tidak pernah melihat burung merpati jago dasar atau tinggian dengan warna mata hitam (konot).
6.      Kuning dengan lingkaran bagian luar warna merah:
      • Burung tersebut mudah dijodohkan dengan warna bulu betina apa saja.
      • Penglihatannya lebih tajam. Warna mata seperti ini banyak dimiliki oleh burung merpati aduan baik tinggi atau merpati balap / dasar.
      • Tidak tahan terhadap jam terbang berlebihan. Mata seperti ini cocok diterbangkan pagi, siang, sore tetapi jangan berlebihan. Cukup 2-3 kali pagi dan sore atau pagi dan siang.

Tips sederhana agar Merpati Giring Keras

Tips sederhana agar Merpati Giring Keras

Tip sederhana agar Merpati Giring Keras
saya tulis karena banyaknya pertanyaan dari teman2 pemula karena banyak merpati dari teman2 ini yang giring atau ngeketnya kurang keras.

Agar merpati bisa giring keras harus terpenuhi syarat syarat sbb:

- Kedua Merpati yang dijodohkan harus sudah dewasa dan sehat.
- Betina cocok/ disukai sama jantan, lenjeh dan bertelur tepat waktu.
- Merpati Jantan harus punya karakter/ sifat giring yg bagus (ngeket).

Setelah syarat2 ini terpenuhi baru dilkukan perawatan yang tepat agar merpati giring keras :

Asupan tambahan.
Disamping pakan harian rutin jagung dan beras merah untuk menigkatkan kesehatan dan meningkatkan nafsu birahi masih perlu diberi asupan tambahan yg banyak mengandung protein macam kacang2an : kacang tanah, kacang hijau atu kedelai. Dan makanan organic seperti Grid.

Vitamin.
Tambahan vitamin B Komplex sesekali diperlukan agar burung tetap fit , dan vitamin A mata tetap tajam, Vitamin D dan Vitamin E agar bulu dan kulit merpati tetap sehat.

Jamu
Tambahan rimpang untuk jamu juga baik untuk merpati, tambahan kencur sebesar biji kacang diberikan saat malam hari menjelang burung diulatih diyakini juga bisa menambah merpati jadi giring keras.

Mandi.
Merpati seminggu sekali perlu dibersihkan pakai sampo agar kutu atau kotoran lain hilang , hingga bulu tetap bersih & badan tetap sehat.

Jemur.
Setelah dimandikan merpati perlu dijemur yang cukup, penjemuran sebaiknya dilakukan tiap hari sepanjang merpati tidak mengeram.
Penjemuran ini disamping meningkatkan kesehatan burung, juga bisa membakar lemak dan melenturkan bulu merpati, sehingga bulu menjadi terasa halus badan lebih ringan, sehingga merpati bisa terbang lebih tinggi.

Kawin.
Perkawinan merpati sebaiknya dilakukan sore atau nalam hari saja

Sekap di pagupon
Pagupon ini sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga merpati tidak bisa kawin dalam pagupon.
Pagi hari burung dikeluarkan dari pagupon dan dijemur kurang lebih 2 – 3 jam dan sebaiknya burung tidak kawin.
Setelah selasai penjemuran burung ditaruh ditempat teduh, kurang lebih 5 menit baru merpati dikasih minum dan makan sedikit saja , next masukan kembali ke pagupon.
Sore atau malam hari burung dikasih makan dan minum dan biarkan burung kawin beberapa kali baru dimadukkan ke pagupon lagi. Dalam waktu 2 hari biasanya burung sudah giring keras atau keket keras.

Selamat mencoba & semoga Manfaat.

Burung Merpati Tinggian

Burung Merpati Tinggian


CILACAP – Hobi memelihara burung merpati merupakan kesenangan tersendiri bagi sebagian orang Cilacap, dari dulu hingga sekarang tidak pernah meredup. Bahkan membentuk semacam komunitas dan membuat arena secara khusus menyerupai lapak tempat terbuka seperti di komplek lapangan eks Batalyon, PPSC dan tempat lain.

Para penggemar burung merpati jenis tinggian ini berasal dari beragam profesi, mulai dari pengusaha, karyawan dan buruh maupun yang murni peternak merpati, bahkan ada yang belum punya pekerjaan sama sekali. Aktifitas dilakukan hampir setiap hari mulai jam delapan pagi hingga jam sebelas siang, dilanjutkan jam tiga sore hingga jam setengah enam petang.
Tidak sedikit diantara penggemar burung merpati yang sering mengikuti lomba ketangkasan terbang tinggi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bekasi dan Purwokerto.
Bayu Dwi Putranto, warga Jalan Anggrek salah seorang penggemar burung merpati kelompok Penggemar Burung Merpati Lapak Katamso (PBMLP) yang kerap mengikuti lomba diluar daerah menuturkan, saat ini di lapangan eks Batalyon sedikitnya terdapat 30 lapak yang hampir setiap hari ramai dikunjungi penonton yang sekedar menonton maupun ingin membeli. Terlebih jelang mendekati adanya lomba biasanya uji coba semakin sering.
Sebagian besar burung merpati yang digunakan oleh penggemar merpati ketinggian itu bukan jenis merpati biasa. Merpati jenis ini memiliki ketangkasan dalam terbang tinggi sehingga burung itu biasanya sudah sangat jinak dan terlatih.
Menurut Bayu, untuk
bisa memelihara dan melatih burung merpati dibutuhkan kesabaran. "Disamping rajin melatih dan menguji dengan burung merpati tetangga lapak, untuk mengasah ketajaman harus sering mengikuti lomba," tuturnya.
Merpati terbang tinggian, lanjut Bayu, diterbangkan dari suatu tempat yang terhalang rintangan sekalipun seperti pohon, rumah dan sebagainya dengan menempuh jarak hingga 5 kilometer. Jadi pasangannya tidak bisa saling melihat. Biasanya yang diterbangkan adalah jantannya, sedang betina pasangannya untuk “kleppek” atau pemancing pejantan saat mendekati lokasi.
"Burung merpati yang sudah biasa menempuh jarak sekitar 5 kilometer masuk kategori bintang. Burung merpati ini harganya sudah diatas Rp 1 juta, itu pun kalau dijual", jelasnya.
Bayu mengaku, burung merpati miliknya yang harganya kisaran Rp 5 juta sering disewa untuk lomba maupun untuk kawin. Harga sewa mencapai Rp 1 juta untuk tiga kali bertelur. Saat ini Bayu memiliki 10 pasang merpati khusus diadu termasuk yang harganya mencapai Rp 5 juta dan 13 pasang merpati bibitan. Telur merpati milik bayu juga tergolong mahal, harga berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu per butir tergantung keturunan.
Sementara untuk perawatan Bayu memberikan makan berupa jagung, beras merah dan kacang hijau serta air minum yang dicampur dengan neo antiseptic yang berfungsi mencegah penyakit dan kutu. Selain itu juga diberikan suntikan vaksin tiap 3 bulan sekali. Setiap pagi harus dijemur di bawah sinar matahari.
"Jika mau lomba, malamnya harus dimandikan dengan sampo agar bulu-bulunya bersih dan terbangnya bagus," ujar Bayu.
Bayu adalah satu diantara ratusan bahkan ribuan penggemar burung merpati ketinggian di Cilacap yang menyalurkan hobi sekaligus mengais rupiah dari merpati. Peminatnya dari tahun ke tahun terus meningkat.